Setelah kekalahan
Indonesia 0-10 dari Bahrain di babak kualifikasi Piala Dunia 2014,
muncul dugaan adanya kejanggalan dalam laga tersebut. Bahkan, AFC serta
FIFA sempat berencana melakukan penyelidikan terhadap dugaan tersebut.
Akan tetapi, belakangan kubu AFC merilis pernyataan sanggahan, dan menyebut tidak ada yang aneh dari laga tersebut. Meski skor 0-10 dirasa terlalu mencolok. Dan yang terbaru, pelatih Bahrain, Peter Taylor pun menyebut, kemenangan 10-0 sangat wajar diraih timnya.
Taylor pun menyebut, keputusan Indonesia menurunkan skuad yang minim pengalaman menjadi salah satu faktor penyebab hadirnya skor besar tersebut. Pelatih asal Inggris itu pun merasa pihaknya tak perlu memenuhi panggilan FIFA untuk membahas segala dugaan yang muncul dari laga terakhir di Grup 5 PPD zona Asia itu.
"Kami tak melakukan hal yang salah. Tak perlu berbicara dengan FIFA. Pada akhirnya, kami bermain sebaik mungkin, dan menurunkan skuad terkuat," kilah Taylor mengenai dugaan adanya kecurangan dalam laga di Stadion Manama, Bahrain (29/2) itu.
Eks caretaker timnas Inggris pada 2000 itu justru mengkritik timnas Indonesia yang secara sepihak memutuskan memainkan bukan skuad terbaik. Selain kiper Samsidar yang sudah mengoleksi 12 caps bersama timnas, mayoritas pemain lain memang tergolong minim pengalaman di level internasional.
"Itu tidak seharusnya dilakukan. Untuk menghormati kompetisi, mereka seharusnya memainkan skuad terbaik. Hanya karena mereka sudah tak bisa lolos, bukan berarti bisa mengirim skuad lapis kedua. Bahrain tidak bisa berbuat apa-apa mengenai hal itu. Apa yang bisa kami lakukan hanya bermain sebaik mungkin dan memenangkan pertandingan. Bahkan kami seharusnya menang lebih dari 10 gol. Kami dua kali gagal mengeksekusi penalti," sambung Taylor.
FIFA sendiri sempat mengatakan akan memanggil wasit, staf pelatih dan pemain yang terlibat dalam laga tersebut. Fakta wasit asal Lebanon, Andre Al Haddad yang sudah mengusri Samsidar sejak menit kedua, dan memberikan empat penalti kepada Bahrain, memunculkan tanda tanya besar.
Namun, kubu AFC berusaha mengklarifikasi hal itu dengan menyebut, Bahrain memang lebih baik dari Indonesia, dan tidak ada indikasi kecurangan dalam laga tersebut. Meski sebelum laga, Bahrain memang butuh kemenangan minimal selisih 9 gol, dan berharap Qatar kalah dari Iran, demi tiket ke babak selanjutnya.
Sial bagi Bahrain, kemenangan telak itu rupanya tak membantu upaya mereka lolos ke kualifikasi terakhir Piala Dunia 2014. Pasalnya, di laga lain Qatar berhasil menahan imbang Iran dengan skor 2-2, dan berhak atas posisi runner-up Grup 5.
Sementara Indonesia justru semakin terpuurk di dasar klasemen dengan menderita enam kekalahan, dan sudah kebobolan 26 gol, serta hanya mencetak 3 gol. Indonesia sendiri memutuskan menurunkan skuad minim pengalaman disinyalir karena dampak dualisme kompetisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar